Kalau hanya sekedar rasa merasa, cinta mencinta, benci membenci, kucing saya juga begitu. Apa istimewanya?
Diferentia manusia itu akal, maka rasa merasalah, cinta mencintalah dan benci membencilah dalam naungan akal.
Artinya, rasa cinta dan benci anda mesti dikontrol oleh akal. Kala itu, rasa cinta dan benci, tidak akan membutakan mata anda.
Anda akan berkata salah pada sesuatu yang salah, walau itu datangnya dari orang yang anda cintai, kagumi dan bahkan anda pertuan gurukan. Juga, anda akan berkata benar pada sesuatu yang benar, meskipun itu datangnya dari orang yang anda benci, atau lawan politik anda.
Jangan sampai kebencianmu pada seseorang, membuatmu bertindak tidak adil pada mereka. Dan jangan sampai kecintaanmu pada seseorang, membuatmu bertindak tidak adil pada mereka.
Adalah tidak adil, bila anda menyalahkan sesuatu yang benar, hanya karena disampaikan oleh orang yang anda benci. Adalah tidak adil, bila anda membenarkan sesuatu yang salah, hanya karena disampaikan oleh orang yang anda cintai.
Begitulah, tanpa akal, cinta dan benci anda akan buta. Pada orang yang anda cintai, anda tidak melihat selain keindahan. Pada orang yang anda benci, anda tidak melihat selain keburukan.
Saat itu, hilanglah prinsip saling mengingatkan dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran. "Wa tawashou bil haqqi wa tawashou bisshobri", hanya hafalan dalam sembahyang semata.
Intinya apa?
Jangan jadi BUDAK RASA, BUDAK CINTA dan BUDAK BENCI
~billqishofc
Komentar
Posting Komentar