Langsung ke konten utama

Sendu logika berbicara

 Kamu tahu, kapan seseorang berada di keadaan yang paling menyedihkan?

Kapan seorang manusia merasakan kesepian paling dalam?

Kapan keputusasaan berhasil menyedot habis semangat hidup?

Bukan.

Bukan saat menangis tersedu-sedu di tengah heningnya malam.

Bukan pula saat menangis sambil mencurahkan isi hatinya pada seorang teman.

Bukan, bukan itu.

Saat kamu melamun kemudian kau sadar, ada sungai di kedua pipimu.

Saat kamu selalu kembali ke tempat yang sama, dengan kesadaran penuh kalau yang kau cari tidak akan kembali.

Saat kamu terus berharap, padahal kamu tahu kalau yang kamu harapkan itu mustahil.

Saat kamu memaksakan sebuah senyuman dan berusaha ceria sambil menghibur diri sendiri, walau kamu paham betul kalau semuanya tidak akan terulang.

Saat kamu terus menerus menulis sastra tentang seseorang, padahal tahu kalau sang tujuan tak akan melihat dan memahaminya.

Saat kamu refleks mengubah ekspresi ketika ada orang lain, bahkan sebelum kamu menyadari hal itu adalah perubahan ekspresimu.

Saat kamu berada di tengah keramaian, tapi kamu merasa sendirian dan terus melamun.

Saat kamu merasa ketakutan dan gemetar waktu berada di tempat umum, padahal orang di sekitar sama sekali tak peduli.

Saat kamu menolong orang lain tanpa berpikir dua kali, padahal untuk melakukan kebaikan pada diri sendiri saja tak terpikirkan.

Saat kamu menyalahkan dan membenci diri sendiri, karena kesalahan orang lain.

Saat kamu lebih memilih untuk mendengarkan celoteh orang lain, padahal masalahmu sudah cukup banyak.

Saat kamu ingin sekali membagi ceritamu pada orang lain, tapi pikiranmu terus saja bimbang dan cemas, hingga kamu lupa niatan awal.

Saat kamu melakukan sesuatu, kemudian bertanya-tanya 'sebenarnya untuk apa semua ini?'.

Saat kamu dengan sengaja menyiksa dirimu sendiri, baik secara fisik maupun batin, hanya untuk meyakinkan diri kalau kamu masih hidup.

Semua keadaan yang rumit itu, digabungkan menjadi satu.

Menurutku, itu saat dimana seseorang paling menyedihkan, putus asa, dan kesepian.


Oleh diriku sendiri,

Seseorang yang dibicarakan dalam karangan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIFE GOALS ?

Hallo Desember, akhir penutup tahun 2020 Tepat di usia gue yang menginjak dewasa,Gue  memikirkan banyak hal, seperti “Apa sih yang mau Gue capai dalam hidup?” atau “kalau gue meninggal, hal apa yang ingin gue tinggalkan?” Pertanyaan — pertanyaan ini lah  y ang membuat gue berpikir, kalau gue ingin membuat Life Goals! Sebelumnya gue adalah orang yang akan selalu membuat resolusi setiap tahun, Long Term Goals dengan durasi 10 tahun, tapi kali ini gue merasa gue butuh goals untuk seumur hidup! Life Goals adalah hal yang ingin kamu wujudkan, yang penting dalam hidup kamu di berbagai aspek kehidupan. Itulah kenapa Life Goals setiap orang akan berbeda, kamu tidak akan bisa “nyontek” karena apa yang penting dan berarti dalam hidup setiap orang tidak lah sama. Jadi gini, mungkin dari sebagian temen temen kebayakan awalnya mikir itu pertanyaan becandaan doang, bener sih bercanda doang. Tapi temen temen, kalo kita telaah dengan baik, itu cukup menyindir buat sebagian orang khususnya ana...

pandangan Islam dalam menyikapi permasalahan anak muda "Pacaran VS Jomblo"

 Pada masa kini, banyak pemuda dan pemudi yang miris, karena mereka sangat erat dengan tren berpacaran. Muncul pemahaman bahwa tak punya pacar alias jomblo seperti kalian (hehe) itu adalah menyedihkan.  Bahwa muncul pemahaman kalau pemuda dan pemudi yang baik adalah pemuda dan pemudi yang punya pacar alias tidak jomblo. Kalaupun demikian, sungguh miris juga bagi saya karena saya juga tidak punya pacar, alias jomblo. hehehe.  Namun apakah benar kalau pacaran itu enak kawan-kawan sekalian? Ada yang bilang pacaran itu enak, tapi pas putus bikin mewek. Ada yang bilang pacaran itu membuat bahagia, tapi kenyatannya banyak yang galau setelah punya pacar. Kok tahu ustadz? Ya saya pernah baca-baca berita saja, karena saya selalu saja jomblo, hehehe. Ada kisah, seorang laki-laki bernama Adi. Dia laki-laki setia dan mencintai Fitri. Fitri pun mencintai Adi dan mereka memutuskan pacaran. Setiap waktu isinya hanya jalan-jalan, kalau tidak bertemu katanya keduanya galau, kalau tidak ja...

Pembahasan Fiqih

 Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, seperti dalam firman Allah: “Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. An Nisa: 78) dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya panjangnya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, merupakan tanda akan kepahamannya.” (Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511) Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad. Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah m...