Kamu tahu, kapan seseorang berada di keadaan yang paling menyedihkan?
Kapan seorang manusia merasakan kesepian paling dalam?
Kapan keputusasaan berhasil menyedot habis semangat hidup?
Bukan.
Bukan saat menangis tersedu-sedu di tengah heningnya malam.
Bukan pula saat menangis sambil mencurahkan isi hatinya pada seorang teman.
Bukan, bukan itu.
Saat kamu melamun kemudian kau sadar, ada sungai di kedua pipimu.
Saat kamu selalu kembali ke tempat yang sama, dengan kesadaran penuh kalau yang kau cari tidak akan kembali.
Saat kamu terus berharap, padahal kamu tahu kalau yang kamu harapkan itu mustahil.
Saat kamu memaksakan sebuah senyuman dan berusaha ceria sambil menghibur diri sendiri, walau kamu paham betul kalau semuanya tidak akan terulang.
Saat kamu terus menerus menulis sastra tentang seseorang, padahal tahu kalau sang tujuan tak akan melihat dan memahaminya.
Saat kamu refleks mengubah ekspresi ketika ada orang lain, bahkan sebelum kamu menyadari hal itu adalah perubahan ekspresimu.
Saat kamu berada di tengah keramaian, tapi kamu merasa sendirian dan terus melamun.
Saat kamu merasa ketakutan dan gemetar waktu berada di tempat umum, padahal orang di sekitar sama sekali tak peduli.
Saat kamu menolong orang lain tanpa berpikir dua kali, padahal untuk melakukan kebaikan pada diri sendiri saja tak terpikirkan.
Saat kamu menyalahkan dan membenci diri sendiri, karena kesalahan orang lain.
Saat kamu lebih memilih untuk mendengarkan celoteh orang lain, padahal masalahmu sudah cukup banyak.
Saat kamu ingin sekali membagi ceritamu pada orang lain, tapi pikiranmu terus saja bimbang dan cemas, hingga kamu lupa niatan awal.
Saat kamu melakukan sesuatu, kemudian bertanya-tanya 'sebenarnya untuk apa semua ini?'.
Saat kamu dengan sengaja menyiksa dirimu sendiri, baik secara fisik maupun batin, hanya untuk meyakinkan diri kalau kamu masih hidup.
Semua keadaan yang rumit itu, digabungkan menjadi satu.
Menurutku, itu saat dimana seseorang paling menyedihkan, putus asa, dan kesepian.
Oleh diriku sendiri,
Seseorang yang dibicarakan dalam karangan ini.
Komentar
Posting Komentar