Malam yang tiada pagi,
Siang yang tiada Malam
Angin yang berhembus, Menyerbak pagi yang tenang...
Untuk meraih senyum, yang kian cemerlang, menjemput masa depan terang.
Siang yang tiada Malam
Angin yang berhembus, Menyerbak pagi yang tenang...
Untuk meraih senyum, yang kian cemerlang, menjemput masa depan terang.
Selamat datang dunia,
Mereka menyambutmu..
Dengan senyum Dan suka cita.
Mereka menari dengan hati riang Dan gembira.
Lalu mereka tertawa Dan bahagia
Tapi Ada suatu masa,
Dimana sang langit menjadi mendung...
Menitik sendu inci demi inci
Seakan ini menyayat pilu
Apakah duka yang melanda?
Tangisan yang meratap..?
Kegagalan karena kalah?
Bukan,
Bukan itu...!
Hanya terasa lemah, hingga tak mampu bangkit...
Seperti mati rasa, yang tak kunjung ada obatnya.
Tak ada tarian, tak ada senyuman.
Katakan kita berperang..!
Memberantas kemalasan,memberantas hari musuh kemalasan.
Bangkit! Bangkit Dan tegakkan keoptimisan
Tak ada lagi ragu untuk melangkah
Semua Belum usai..!
Jiwa Masih bernafas, Kaki Masih kokoh berdiri, Dan hati...
Masih kuat merasakan...
Rasakanlah....
Semua melewati ruang Dan waktu,
Seakan sekat yang menghalangi terbuka!
Melangkahlah...!
Dan Kita akan temukan jalan.
Berjuanglah..!
Dan Kita akan temukan masa depan.
Sampai akhir tersenyum,
Terukir bahagia tiada Kira ..
Cahaya itu datang, harapan itu kembali...
Kesedihanpun sirna...!
Seakan tak lagi rasakan jatuh bangun,
Terjal kerikil kehidupan
Kelokan tajam tikungan
Tak ada lagi...
Telah hilang mereka, bersama angin yang membuai
Segenap cinta dan kekuatan,
Harapan Dan Doa
Mereka datang lewat secercah cahaya....
Cahaya itu Ada... Dia harapan Yang berajut pada cita cita Dan impian
BalasHapus