Langsung ke konten utama

Kesempurnaan Iman

 *🔰Amanat Lambang Kesempurnaan Imanmu* 

___


Al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad mengingatkan kepada kita agar menjaga amanat yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya, bahkan lebih baik daripada menjaga milik kita sendiri. Karena kita akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT dan juga kepada orang yang memberi amanat. 


Rasulullah SAW bersabda,


لا إيمان لمن لا أمانة له


"Tidak beriman orang yang tidak amanat."


Amanat adalah lambang kesempurnaan iman. Orang yang mengkhianati amanat adalah orang munafik. Karena sifat orang munafik adalah وإذا اؤتمن خان (jika diberi amanat dia berkhianat). 


Amanat ada dua macam:


Amanat antara manusia dengan Allah SWT. Contoh: Sholat, puasa, dan ibadah lainnya yang diwajibkan oleh Allah. Semua harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena merupakan amanat dari Allah. 


Tubuh kita juga amanat dari Allah. Janganlah kita mendzoliminya dengan melakukan kemaksiatan. 


Contoh: Kita diberi mata oleh Allah, maka pergunakanlah hanya untuk melihat yang halal. Janganlah mata dipaksa untuk melihat yang haram padahal kita mampu untuk memejamkannya. Karena hal itu berarti kita telah mendzolimi diri sendiri dan kelak mata kita akan mendapat siksa yang pedih dari Allah SWT. 


Begitu juga dengan anggota tubuh lainnya seperti tangan, mulut, kaki, telinga, dll. Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di hari kiamat. 


Amanat di antara sesama manusia. Seperti titipan barang atau uang, bahkan jabatan dan profesi kita pun adalah amanat yang harus benar-benar dijaga agar tidak disalahgunakan. 


Kemampuan menjaga amanat seseorang tergantung kualitas keimanannya. Jika kita merasa tidak mampu memegang amanat, maka jangan diterima. 


Misalnya: Menjadi bendahara. Jika kita khawatir tidak bisa menjaga uang tersebut atau seandainya kita akan memakainya, maka jangan menerima amanat itu. Begitu juga amanat untuk memegang uang anak yatim, madrasah, pondok pesantren, dll. 


Pada hakikatnya semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT. Nyawa kita, anggota tubuh kita, harta, anak dan istri serta keluarga besar kita, semuanya adalah amanat dari Allah yang wajib kita jaga dan kita tunaikan hak-haknya. 


Sebagaimana firman Allah SWT,


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا


"Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian semua untuk menyampaikan amanat kepada setiap yang memiliki hak."


Semoga Allah memberi kekuatan iman kepada kita sehingga bisa menjalankan amanat yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Aamiin... 


Sumber: Kajian Kitab Risalah Mu'awanah bersama Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIFE GOALS ?

Hallo Desember, akhir penutup tahun 2020 Tepat di usia gue yang menginjak dewasa,Gue  memikirkan banyak hal, seperti “Apa sih yang mau Gue capai dalam hidup?” atau “kalau gue meninggal, hal apa yang ingin gue tinggalkan?” Pertanyaan — pertanyaan ini lah  y ang membuat gue berpikir, kalau gue ingin membuat Life Goals! Sebelumnya gue adalah orang yang akan selalu membuat resolusi setiap tahun, Long Term Goals dengan durasi 10 tahun, tapi kali ini gue merasa gue butuh goals untuk seumur hidup! Life Goals adalah hal yang ingin kamu wujudkan, yang penting dalam hidup kamu di berbagai aspek kehidupan. Itulah kenapa Life Goals setiap orang akan berbeda, kamu tidak akan bisa “nyontek” karena apa yang penting dan berarti dalam hidup setiap orang tidak lah sama. Jadi gini, mungkin dari sebagian temen temen kebayakan awalnya mikir itu pertanyaan becandaan doang, bener sih bercanda doang. Tapi temen temen, kalo kita telaah dengan baik, itu cukup menyindir buat sebagian orang khususnya ana...

pandangan Islam dalam menyikapi permasalahan anak muda "Pacaran VS Jomblo"

 Pada masa kini, banyak pemuda dan pemudi yang miris, karena mereka sangat erat dengan tren berpacaran. Muncul pemahaman bahwa tak punya pacar alias jomblo seperti kalian (hehe) itu adalah menyedihkan.  Bahwa muncul pemahaman kalau pemuda dan pemudi yang baik adalah pemuda dan pemudi yang punya pacar alias tidak jomblo. Kalaupun demikian, sungguh miris juga bagi saya karena saya juga tidak punya pacar, alias jomblo. hehehe.  Namun apakah benar kalau pacaran itu enak kawan-kawan sekalian? Ada yang bilang pacaran itu enak, tapi pas putus bikin mewek. Ada yang bilang pacaran itu membuat bahagia, tapi kenyatannya banyak yang galau setelah punya pacar. Kok tahu ustadz? Ya saya pernah baca-baca berita saja, karena saya selalu saja jomblo, hehehe. Ada kisah, seorang laki-laki bernama Adi. Dia laki-laki setia dan mencintai Fitri. Fitri pun mencintai Adi dan mereka memutuskan pacaran. Setiap waktu isinya hanya jalan-jalan, kalau tidak bertemu katanya keduanya galau, kalau tidak ja...

Pembahasan Fiqih

 Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, seperti dalam firman Allah: “Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. An Nisa: 78) dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya panjangnya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, merupakan tanda akan kepahamannya.” (Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511) Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad. Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah m...