seiring ini tak pernah lagi senja mampir dalam kehidupanku lagi. sendu itu seakan hilang. Sekarang yang terkenang adalah masa dulu, masa cinta itu pernah hadir, walaupun langkah kaki ku menapaki jalan yang salah. saya tidak tahu bagaimana berjalan dengan kehidupan tanpanya. mengapa malam ini terpikir . baru saat ini sendu itu hadir. selalu saja sekat itu ada . seberapa jauh mendalami mungkin saja kehidupan itu bisa berubah. tapi apakah bisa diputar kembali sutu kenangan itu? tidak! bagaimana bisa diulang , itu adalah lampau yang sangat menyakittkan hati. tak elak selalu mengingat luka dalam sendiri. menyedihkan bukan. Apa adalah apa yang dirasa, sejengkal jarak bisa saja menyatukan atau malah melepas belenggu yang sangat nmengekang erat. bagaimana bisa ? memang bisa namanya juga belenggu kan ? apa yang kita rasa tak pernah terpikir lagi dalam masa selanjutnya.
dulu aku berfikir waktu ini adalah saat aku bahagia. memang bahagia siapa bilang tidak? hanya hati ini selalu berkata seakan masih ada cahaya. bagaimana mungkin iya hanya dalam rundung nestapa kan. bila mana bisa menghilang silahkan menghilang menjauh dan tak usah kembali jika hanya membuahkan luka saja dihati. tidak seperti itu. tapi ku belajar lagi bahwasannya cinta itu untuk dimengerti dari apa saja yang bisa mengajarkan kesetiaan . setia dalam hati satu jiwa dalam memahami. tapi, apakah bisa? tidak semudah ferguso yang pandai membalik tangan bukan. memang bukan palah daya dalam mengarang cerita?/
cerita 21 okt 2020
Komentar
Posting Komentar